Cara menutup presentasi dengan baik dan berkesan

Cara Menutup Presentasi yang Baik dan Berkesan

Cara menutup presentasi dengan baik dan berkesan

Cara Menutup Presentasi

Bagaimana cara menutup presentasi yang baik dan berkesan? Bagian pembuka pada suatu presentasi memang menjadi bagian terpenting dalam upaya membangun interaksi dengan pendengar. Dalam hal ini bisa dibilang kesan pertama mesti tampil menggoda. Akan tetapi, bagian penutup presentasi diharapkan bisa memberi sesuatu yang akan terus diingat dan meninggalkan kesan baik bagi pendengar. Oleh karena itu, bagian penutup presentasi mesti dikemas sedemikian rupa supaya berkesan. Adapun berikut diberikan beberapa saran untuk menutup presentasi dengan baik dan berkesan:

         Hindari Permintaan Maaf

Sejumlah presenter pemula masih sering didapati mengucapkan permintaan maaf baik di bagian pembuka ataupun penutup presentasi. Sebagai contoh, “Demikian presentasi yang dapat saya sampaikan, sebelumnya saya mohon maaf bila dalam penyampaian tadi terdapat kata-kata yang kurang berkenan di hati pendengar sekalian.” Contoh singkat tersebut merupakan contoh penutup yang mesti Anda hindari. Selain itu, kebiasaan mengucapkan kata ringkasannya atau kesimpulannya pada setiap bagian presentasi tidak seharusnya dilakukan. Kedua kata tersebut sebaiknya hanya diucapkan pada saat Anda benar-benar ingin menutup atau mengakhiri presentasi.

         Hindari Kalimat Mubazir

Harapan dari bagian penutup presentasi yaitu para pendengar bisa menangkap poin penting yang dijelaskan dan bisa mengingatnya. Oleh karena itu, cukup sampaikan dengan kalimat singkat, padat, tetapi berkesan dan pastinya mampu merangkum poin penting. Hindari kalimat mubazir atau menutup presentasi menggunakan kalimat yang amat panjang sebagai cara menutup presentasi yang baik dan berkesan.

         Rangkum Pesan Utama

Adapun merangkum pesan utama yang ingin disampaikan menjadi cara menutup presentasi terbaik. Apalagi bila presentasi mempunyai cakupan bahasan yang cukup banyak dan disampaikan dalam waktu relatif lama. Rangkuman dibutuhkan supaya para pendengar bisa menangkap dan mengingat poin penting dari presentasi Anda. Sebagai contoh “Hadirin sekalian, setelah Anda mengetahui cara membangun personal brand, maka ada 3 poin penting yang mesti diingat. Pertama, membangun personal brand penting, terutama bagi Anda yang ingin memperoleh kepercayaan dalam bisnis. Kedua, personal brand dipengaruhi keahlian, integritas, dan juga passion. Ketiga, membangun personal brand bisa dilakukan dengan 3 cara mudah yaitu bergabung dengan pebisnis yang sudah mempunyai brand kuat, membuat blog, dan membuat buku.”

         Ringkas dengan Kutipan atau Pernyataan

Menutup presentasi dengan ringkasan berupa kutipan atau pernyataan juga menjadi saran cara menutup presentasi yang perlu dicoba. Dengan catatan ringkasan yang dibuat dapat menjabarkan isi dari pembahasan keseluruhan presentasi. Bila menggunakan kutipan pastikan pula kutipan tersebut cukup relevan dengan isi keseluruhan presentasi Anda.

         Call to Action

Call to action merupakan upaya mengajak para pendengar untuk bertindak secara aktif. Pada umumnya ada 2 pola yaitu Anda ingin pendengar ikut terlibat atau ingin pendengar melakukan sesuatu. Tentu setelah selesai memberikan presentasi Anda akan merasa lebih puas bila para pendengar pada akhirnya bisa tergerak dan bertindak sesuai keinginan. Untuk itu, Anda perlu memikirkan secara matang apa yang Anda harapkan akan dilakukan pendengar setelah mendengarkan presentasi yang Anda bawakan.

Demikian beberapa cara menutup presentasi yang baik dan berkesan. Guna mendapatkan hasil yang terbaik, tidak ada salahnya Anda menulis bagian penutup presentasi sebelumnya lalu berlatih sampai Anda menemukan cara menutup presentasi yang benar-benar natural dan meninggalkan kesan baik. Selain menutup anda tentu juga harus baca Cara Membuka Presentasi dengan memukau. Sekian ulasan kali ini. Semoga memberi ulasan yang menarik dan bermanfaat. Selamat mencoba.

https://ssl.gstatic.com/ui/v1/icons/mail/images/cleardot.gif